travel umroh dan haji terbaik di tangerang 081212299796
Tata Cara Haji

Adapun tata cara haji secara ringkas dan sesuai sunnah, maka silakan ikuti petunjuk dan amalan-amalan ibadah haji berikut ini:
B.1. Ihram (ibadah Haji Tamattu')
- Usai melaksanakan umrah, kita tunggu tanggal 8 Dzulhijjah yang disebut “Hari Tarwiyah”. Maka mulailah ihram untuk ibadah haji di hotel masing-masing di Makkah yang diawali dengan mandi, dan pakai parfum di badan, bukan di pakaian ihram.
- Setelah pakai ihram, bacalah doa ihram untuk ibadah haji:
لبيك اللهم حجة
B.2. Mabit/Bermalam di Mina (ibadah Haji Tamaatu')
- Lalu berangkatlah ke Mina pada pagi hari setelah terbit matahari, tanggal 8 Dzulhijjah tersebut.
- Sesampai di Mina, qoshor, tanpa di jama’ antara sholat Zhuhur dan Ashar. Artinya: Kerjakan sholat Zhuhur 2 raka’at pada waktunya dan Ashar dua raka’at pada waktunya.
- Demikian pula Sholat Maghrib dan Isya’ diqoshor, tanpa dijama’.
- Bermalamlah di Mina agar bisa sholat Shubuh di sana sebagaimana sunnah Nabi Shollallahu alaihi wasallam.
B.3. Wuquf/Berdiam Diri di Arafah (ibadah Haji Tamattu')
- Usai sholat Shubuh di Mina, berangkatlah ke Arafah setelah terbit matahari.Waktu itu sudah tanggal 9 Dzulhijjah.Sambil bertalbiyah.
- Tiba di Arafah lakukan sholat Zhuhur dan Ashar dua-dua raka’at, yaitu dijama’taqdim dan qoshor.
- Jika Anda sudah jelas berada dalam batas Arafah, berdolah sambil angkat tangan. Di sini tak ada doa yang diwajibkan, bebas berdoa. Namun jika mau berdoa, maka pakailah doa Nabi Shollallahu alaih wasallam dan perbanyak baca:
- Tetaplah berdoa sampai tenggelam matahari. Gunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk berdoa karena Allah Ta’ala mendekat ke langit dunia di hari Arafah di rukun ibadah haji ini.
B.4. Mabit/Bermalam di Muzdalifah (ibadah Haji Tamattu')
- Setelah menunaikan rukun ibadah haji wukuf di Arafah, tinggalkanlah Arafah setelah matahari terbenam menuju Muzdalifah.
- Setiba di Muzdalifah, langsung kerjakan sholat Maghrib dan Isya’ dengan jama’ta’khir dan qoshor. Artinya: Maghrib dikerjakan di waktu Isya’ tetap 3 raka’at, dan Isya’ 2 raka’at.
- Bermalamlah di Muzdalifah sampai shubuh agar dapat melakukan shalat subuh di sana.
- Usai sholat shubuh, duduklah banyak berdzikir dan berdoa sambil angkat tangan atau bertalbiyah.
B.5. Melempar Jumrah Aqobah/Kubro (ibadah Haji Tamattu')
- Tinggalkan Muzdalifah sebelum terbit matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah hari Ied , sambil bertakbir, dan bertalbiyah menuju Mina.
- Boleh pungut batu yang seukuran antara biji coklat dan biji kacang di mana saja, baik di perjalanan menuju Mina atau di Mina sendiri ataupun di mana saja.
- Sebagai rukun ibadah haji berikutnya, lemparlah Jumrah Aqobah, setelah terbitnya matahari sebanyak 7 lemparan batu kecil yang Anda pungut tadi. Ketika melempar menghadap Jumrah, maka jadikan Makkah sebelah kiri Anda, dan Mina (lokasi perkemahan) sebelah kanan Anda.
- Setiap kali melemparkan batu kecil tsb, ucapkanlah “Allahu akbar” dan usahakan masuk ke dalam kolam. Jika meleset dari kolam, ulangi. Selesai sudah rukun ibadah haji melempar jumroh Aqobah.
B.6. Mencukur Rambut/Tahallul Pertama (ibadah Haji Tamattu')
- Seusai rukun ibadah haji melempar jumroh Aqobah, cukurlah sebagian rambut bagi pria. Adapun wanita, maka potong rambut sendiri dengan gunting yang dibawa seukuran 1 ruas jari.
- Dengan ini berarti Anda telah melakukan tahallul awal. Maka Anda sekarang boleh berpakaian biasa, gunakan parfum, gunting kuku dan bulu, dan lain-lain. Namun belum boleh melakukan hubungan suami istri atau berjima`.
B.7. Menyembelih Kambing (ibadah Haji Tamattu')
- Sembelihlah kambing pada tanggal 10 Dzulhijjah atau setelahnya pada hari-hari Tasyriq (tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah).
- Dilarang keras menyembelih kambing sebelum tanggal 10 Dzulhijjah. Barangsiapa yang menyembelih sebelum tanggal tersebut, maka sembelihannya tidak sah, harus diganti, atau puasa 3 hari pada hari-hari Tasyriq, dan 7 hari di Indonesia.
- Menyembelih hewan korban bagi jama’ah haji tidaklah wajib, yang wajib hari itu adalah menyembelih kambing yang memang wajib dilakukan oleh haji tamattu’ atau qiron. Kambing ini disebut “hadyu”.
B.8 Tawaf Ifadhoh (ibadah Haji Tamattu')
- Setelah cukur dan memakai baju biasa, berangkatlah menuju Makkah untuk tawaf ifadhoh.
- Lakukan tawaf sebagaimana waktu umrah sebanyak 7 putaran, lalu sholat sunnat 2 raka’at di belakang maqom Ibrahim.Kemudian mengarahlah ke kran-kran air Zamzam untuk minum sebanyak-banyak dan siram kepala. Setelah itu kembali ke mencium Hajar Aswad atau lambaikan tangan pada garis lurus dengan Hajar Aswad.
B.9. Sa’i (ibadah Haji Tamattu')
- Berikutnya Anda menuju ke Shofa dan lakukan amalan-amalan sebagaimana telah dijelaskan pada “Tata Cara Umroh”, tadi di atas.
- Usai 7 putaran, maka Anda dianggap telah bertahallul kedua, namun tanpa bercukur lagi. Maka dengan ini Anda dibolehkan melakukan jima' dengan istri.
- Tawaf Ifadhoh dan Sa’i boleh dilakukan hari-hari Tasyriq atau sisa hari-hari haji lainnya selama Anda di sana. Tapi lebih cepat lebih bagus. Yang harus diingat adalah jangan sampai berjimak' sebelum melakukan 2 hal ini.
B.10. Mabit/Bermalam di Mina (ibadah Haji Tamattu')
- Selesai Tawaf Ifadhoh dan Sa’i di Makkah, maka kembalilah ke Mina untuk bermalam selama 2 atau 3 hari. Bermalam di sana wajib.
- Selama 3 hari di Mina, sholat Zhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya’ dikerjakan secara qoshor. Artinya dikerjakan Zhuhur dua raka’at pada waktunya, Ashar 2 raka’at pada waktunya, dan Maghrib tetap pada waktunya, serta Isya’ 2 raka’at pada waktunya.
- Siang harinya tgl 11 setelah shalat Zhuhur, berangkatlah ke 3 jumrah untuk melempar, dan ambil batu di mana saja sebanyak 21 biji.
- Berikut Anda berangkat ke tempat pelemparan, dan lemparlah 3 jumrah tersebut, yang dimulai dengan Jumrah Shughra dekat Masjid Khoif sebanyak 7 lemparan.
- Di Jumrah Shughra ini, lakukan beberapa amalan berikut: 1- Ketika melempar disini menghadaplah ke arah Jumrah dengan menjadikan Makkah sebelah kirimu & Mina (lokasi perkemahan) sebelah kananmu, 2- Lemparlah Jumrah shughra dengan batu kecil sambil ucapkan “Allahu akbar” setiap kali melempar, 3-Carilah tempat sunyi untuk berdo’a disini menghadap kiblat sambil angkat tangan.
- Lalu Anda menuju ke Jumrah Wustho (tengah) dan lakukanlah 3 amalan yang Anda lakukan tadi di Jumrah Wustho.
- Selanjutnya menuju ke Jumrah Kubro yg biasa disebut “Jumrah Aqobah”, dan lakukan juga amalan disini yang Anda lakukan di Jumrah Shughro dan Wustho. Cuma di sini Anda tak dianjurkan berdoa. Tapi langsung meninggalkan tempat ini Inilah yang dilakukan pada tgl 11.
- Pada tgl 12 & 13 Dzulhijjah, lakukanlah saat itu apa yang Anda lakukan pada tgl 11 tadi di atas.
- Anda harus meninggalkan Mina pada tanggal 12 Dzulhijjah dan jangan sampai masih berada di Mina saat magrib karena Anda harus bermalam lagi.10. Jika Anda selesai melempar tgl 13 Dzulhijjah-dan inilah yg afdhol-, maka Anda dianggap telah menyelesaikan ibadah haji yang mabrur. Insyaa Allah.
B. 11 Tawaf Wada’/Tawaf Perpisahan (ibadah Haji Tamattu')
- Tawaf wada’ hukumnya wajib dilakukan jika seseorang sudah hendak bersafar meninggalkan Makkah.
- Lakukanlah tawaf wada’ sebagaimana halnya tawaf ifadhoh dan tawaf umrah. Tapi dengan memakai pakaian biasa.
- Sebelum keluar dari Masjidil, berdoalah di Multazam, yaitu suatu tempat antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Berdoa’alah disini banyak-banyak tanpa harus angkat tangan.
- Setiba di Indonesia, jangan langsung ke rumah, tapi ke masjid dulu sholat sebagaimana sunnah Nabi Shollallahu alaihi wasallam.








